Sekilas tentang dodol Amurang - ulasan kuliner non resep

Dodol – mungkin yang ada di benak anda adalah panganan kental nan kenyal dengan cita rasa manis. Ya sebagaimana lazimnya kita kenal panganan dodol garut, jenang dan lain sebagainya. Sama dengan dodol Amurang ini.
Yang membedakan dodol Amurang dan dodol dodol lainnya terutama dari cita rasa dan kemasannya.Cita rasa khas dodol Amurang adalah terletak pada  kandungan anais dan kayu manis (Cinamon) yang tidak dapat dijumpai pada dodol dodol lainnya. Kemasannya juga. Dodol Amurang dikemas dalam daun woka (daun janur) ..ya itulah penampilan khasnya. Dan kekhasan ini juga turut berpengaruh pada rasa loh. Jadi ada rasa daun wokanya itu.. *untuk informasi, daun woka juga suka dipake sebagai pembungkus untuk membuat pepes

Dodol Amurang
Kenapa namanya Dodol Amurang? – Amurang sebetulnya adalah nama tempat yang sekarang ini menjadi ibukota kabupaten Minahasa Selatan.Sebetulnya dodol ini identik dengan hajatan pengucapan syukur untuk daerah Minahasa bagian selatan. (Minahasa bagian selatan baru belakangan ini menjadi kabupaten terpisah. Setelah beberapa waktu yang lalu dimekarkan dari kabupaten Minahasa). Selanjutnya, daerah Minahasa Selatan ini identik dengan kota Amurang. Yaa sama halnya dengan propinsi Sulawesi Utara yang identik dengan kota Manado.

Pengucapan syukur Minahasa Selatan dan dodol memang sulit untuk dipisahkan. Hajatan ini serasa kurang bermakna tanpa sajian dodol.

Dodol Amurang ini memang unik cita rasanya, karena kandungan bahannya seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Untuk artikel saya kali ini memang tidak menyajikan resep. Ahaa tidak gampang membuat panganan ini. Tetapi untuk lebih mencerahkan dan memberikan gambaran, saya tetap menyertakan kandungan bahannya dan cara membuatnya. Tidak mudah membuat dodol Amurang, walaupun bahannya sangat mudah dicari dipasaran. Ini dia kandungan bahannya.

dodol Amurang
Dodol Amurang
Bahan utama dodol Amurang
  • Kelapa
  • Gula merah
  • Beras ketan
  • Anais
  • Kayu manis (Cinamon)
'Asesoris’nya
  • Biasanya suka dicampurkan dengan taburan kenari atau bisa juga dengan kacang tanah
Kemasan
  • Dodol Amurang dikemas dalam daun woka, atau lebih dikenal dengan nama daun Janur

Bahan utama dodol Amurang memang gampang ditemui dipasaran, tetapi untuk membuat dodol ini perlu bahan yang banyak, karena hasilnya cuma sedikit.  Cara membuatnya? Wow.. yang ini yang benar benar cetar membahana. Tapi agar teman teman tidak penasaran, 

ini deh cara buatnya
  • Parut/cukur kelapa, ambil santannya
  • Masukkan semua bahan dan aduk aduk di atas api hingga matang sempurna. Tetapi setelah 75 % harus dimasukkan kenari/kacangnya.
Gampang kan?

Tapi yang namanya aduk aduk itu loh. Butuh energi gede agar semua bahan bisa tercampur rata dan dodol matang dengan sempurna. Adonannya berat bangeeet. Jika dodol tidak matang sempurna akan terasa sekali di lidah. Pastilah gak enak. Selain tidak enak, juga dodol yang tidak matang dengan sempurna sangat cepat rusak dan berbau tengik.

Selanjutnya setelah matang, dodol tersebut didinginkan dan kemudian dikemas dalam daun woka dengan bentuk kemasan seperti di gambar ini Dan penyimpanannya, selain dimasukkan ke dalam kulkas, dodol ini biasanya digantung untuk meniriskan minyaknya.Jadi jika digantung dodol ini menjadi lebih tidak berminyak.

Dodol Amurang ini juga dapat ditemui di daerah lain di Tanah Minahasa. Anda juga dapat menemui panganan ini berjejer jejer di jual di sepanjang jalan di daerah Minahasa Utara. Cara pembuatannya sama persis, tetapi menurut saya, hanyalah sedikit penjual dodol di daerah Minahasa Utara yang bisa menyamai cita rasa dodol Amurang. Walaupun dodol versi Minahasa Utara ini juga tergolong enak loh.  Hanya saja dodol yang dijual di daerah utara biasanya dikemas lebih kecil untuk sekali makan, ya mungkin karena untuk dijual ya.  Beda dengan dodol Amurang yang lebih banyak peruntukannya untuk acara pengucapan syukur.Selain dihidangkan, dodol ini juga sering berfungsi sebagai ole ole  dan ucapan terima kasih dari tuan rumah kepada tamunya yang sudah jauh jauh datang berkunjung

Ok? Jika tadi saya cerita tentang keberadaan dodol Amurang, sekarang saya cerita sedikit tentang hajatan pengucapan syukur di Tanah Minahasa. Pengucapan syukur adalah hajatan keagamaan yang sangat lazim bagi masyarakat Tanah Minahasa. Duluuuu diadakannya saat setelah panen, dan akhirnya diselenggarakan secara bersama untuk segmen segmen daerah tertentu. Pengucapan syukur biasanya diselenggarakan pada bulan Juli dan Agustus. Sebagian besar perayaannya jatuh pada bulan Juli. Biasanya acara ini sering diselenggarakan secara jor joran. Cenderung banyak mengeluarkan uang. Tiap rumah biasanya mengadakan ‘open house’ dan siap menjamu para tamu.. ahaa tentu saja tamu yang mereka kenal .. Tidak ada undangan resmi untuk acara ini. Jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir ke acara pengucapan syukur karena tidak diundang. Begitu diumumkan tanggal penyelenggaraannya, itu sudah berfungsi sebagai undangan.

Kalau soal keramaian, sudah tidak perlu dijelaskan lagi. Jika ada hajatan pengucapan syukur, seolah kota Manado menjadi ‘ringan’. Banyak warga Manado berbondong bondong pergi ke kampung untuk merayakan pengucapan syukur. Jalan jalan padat merayap, bahkan sering terjadi macet total. Dan semuanya menjadi sesuatu banget jika sepulang pengucapan syukur membawa pulang ole ole dari tuan rumah. 

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa dodol merupakan salah satu panganan yang suka dibawah pulang tamu saat menghadiri pengucapan syukur. Selain dari dodol juga para tamu sering membawa pulang beberapa panganan yang dimasak dalam bambu seperti: nasi jaha dan berbagai hidangan bambu khas lainnya. Seru deh pokoknya apalagi jika melihat orang yang mengendarai sepeda motor dan sudah digantungkan bambu bambu masakan… ahaa seolah membawa pulang meriam dari kampung… J


Ya begitulah budaya masyarakat sini.  Jadi, bagi teman teman yang ingin berkunjung ke Manado dan ingin menyaksikan acara pengucapan syukur ini, datanglah pada bulan Juli. Saksikan sendiri keramaian di daerah Minahasa pada hajatan ini. Penasaran? Ke Manado yuk…

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK