Kuliner pada acara Kumawus - acara adat orang Minahasa

Halo temans pencinta blog saya. Untuk artikel ini saya tidak menulis tentang resep. Kali ini saya ingin membahas kuliner dalam acara tradisional Kumawus/Kumaus. Serangkaian acara sehubungan dengan kedukaan.

Acara kumawus ini juga disebut “Mingguan” atau “Dumingguan”. Kata Mingguan atau Dumingguan itu berasal dari kata Minggu. Ya hari Minggu, karena acara ini biasanya diselenggarakan pada hari Minggu. Biasanya hari Minggu setelah acara pemakaman, namun jika saat pemakaman yang terlalu dekat dengan hari Minggu (misalnya pemakamannya diselenggarakan pada hari sesudah Kamis, Kumawus bisa saja diselenggarakan pada hari Minggu pekan depannya).


Kumaus

Salah satu tujuan acara Kumawus ini adalah ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa rangkaian acara kedukaan hingga pemakaman sudah berjalan lancar. Selain itu juga, acara ini dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih kepada para handai taulan yang sudah membantu pihak yang berduka. Dan sebagai ungkapan ucapan terima kasih ini, maka yang berduka kemudian menjamu para handai taulannya. Ya seperti pesta.

Pemborosan? Aha. sebetulnya ini tergantung dari segi mana kita memandangnya. Banyak kalangan masyarakat suku Minahasa beranggapan bahwa, gak apa apalah diadakan pesta untuk yang meninggal, karena sehabis rangkaian acara duka sudah tidak akan pernah lagi diadakan pesta untuk yang meninggal. Kan sudah tidak berada di dunia lagi. Ahaa, sekali lagi, ini cara pandang orang Minahasa ya. 

Soal akar budayanya, saya tidak akan membahasnya lebih detail, karena ini adalah web kuliner. Jadi saya membahasnya dari segi kuliner saja. Sambil memperkenalkan hidangan yang biasanya ‘tampil’ dalam acara ini.

Bagi masyarakat yang mampu secara financial, biasanya selalu memajang babi guling atau lebih dikenal dengan babi putar . Untuk ulasan tentang babi putar, silahkan klik link ini babi putar . Begitulah babi putar yang merupakan icon suatu perayaan,

Selain babi putar  juga ada beberapa makanan yang merupakan icon perayaan (baca:pesta). Baik perayaan yang bersifat sukacita maupun duka cita. Sebut saja tinorangsak  dan pangi . Apa itu Tinorangsak dan pangi silahkan klik  "resep tinorangsak"  dan  "cara memasak pangi"

Memang sebagian besar hidangan berbahan dasar babi, karena masyarakat asli Tanah Minahasa adalah umat kristiani. Masyarakat Manado memang doyang mengkonsumsi “miss Piggy” ini. Tapi tentu saja juga dihidangkan menu non pork, seperti ayam bakar,ayam woku belanga, sajian ikan mas, mujair dan ikan laut yang biasanya dibakar.

Ikan mas dan mujair hampir selalu ada di meja saji, karena tambak ikan mas dan mujair juga salah satu mata pencaharian masyarakat Tanah Minahasa.

Untuk sayur biasanya suka disajikan cap cay dan sayur acar kuning (acar rebung).

Sedangkan kue kue, biasanya selalu ada yang namanya “Nasi Jaha” (terbuat dari ketan, santan dan aneka bumbu. Dimasak dalam bambu yang dibakar dekat nyalah api berkobar kobar). Namun selain nasi jaha, biasanya juga disajikan kue brudel . Brudel adalah panganan khas orang Manado yang merupakan perpaduan antara roti dan cake. Bertekstur berat dan padat. Jadi makan 1 potong kue aja sudah bisa mengganjel perut. 

Jika pingin tau lebih lanjut tentang brudel, Silahkan klik link ini resep brudel. Selain Nasi jaha dan brudel, juga sering disajikan marmer cake versi jadul. 

Kalau untuk hidangan penutup biasanya bervariasi. Tidak baku, namun rata rata ada sop buah dan pudding. Namun tidak jarang juga disajikan Klappertaart dan huzarensla.


Gitu deh, sedikit gambaran untuk kuliner acara Kumawus ini. 

Bagi saudara saudara muslimku, gak usah ragu ragu jika datang ke acara ini. Biasanya selalu ada koq sajian ayam dan ikan. Gak 100 % pork.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK